Hari ini aku memutuskan untuk menghapus "anak kecil" itu dari daftar temanku . kenapa aku harus kayak gitu ya? padahal kalo aku biasa aja, mencoba untuk ga menganggap itu semua yang telah berlalu dan terjadi maka aku gak harus begitu.
tapi kenapa aku lakuin?, aku rasa this is it, Enough!
aku gak ingin mencoba untuk menjadi orang yang seperti tidak mempunyai perasaan, menganggap semua ini biasa aja. biasa terserah orang mau anggap apa. tapi menurut aku ini gak biasa, aku gak bisa menganggap ini biasa.
kasian si hati, kasian si mata, kasian si hidung..... jadi aku menganggap udah cukup.
Aku gak perlu tahu mengenai "orang lain" itu sedang berbuat apa, apa yang dipikirnya, apa yang dirasanya, apa yang ditulisnya....
Sebenarnya udah lama, hal ini pengen aku lakuin!,
tapi mungkin saat itu aku belum punya keberanian.
Tapi sekarang aku gak peduli, atau mencoba untuk ga peduli "bajingan" itu.
Ups... jadi terlalu sarcastik.
Tapi yang jelas, jangan coba untuk masuk kembali dalam hidup nya dan ku.
aku gak pernah meminta, tapi dya selalu meminta.
aku mulai membiarkannya masuk, mulai menerimanya.
aku pun mulai terbiasa dengan keberadaannya itu.
tapi saat kenyamanan itu terusik dengan sebuah pemikiran pendek dan bodoh darinya.
aku tidak bisa menahannya.
mungkin bukan pemikiran pendek dan bodoh juga.
tapi aku mengesankan seperti itu, untuk menunjukkan sikap ke-ti-dak-bertangungjawaban-nya terhadap tindakannya.
Seakan semua yang telah dilakukannya, tidak berarti apa-apa.
Jadi aku memutuskan, lebih baik seperti dulu saja.
tidak saling mengenal, tidak saling masuk ke kehidupan masing-masing.
tidak saling perduli dan memahami.
dengan melakukan sebuah hal simple.....
me-remove dya, me-reject dya, membiarkan sapaannya...
memalingkan wajah dengan tetap tersenyum....
Hi......,
Bye....
Minggu, 03 Mei 2009
Cinta sudah bilang "Tidak!".
Cinta sudah bilang "tidak!".
Apa aku masih ingin berjalan?
Cinta sudah bilang "berhenti".
Apa aku harus akhiri?
Cinta sudah menyapu semua kegelisahanku
menenggelamkan luka lama yang membeku
Namun, aku tak pernah paham...
Cinta sudah mengejakan kata-kata
yang aku tak bisa baca
Namun, apa aku yang pura-pura buta?
Cinta telah menceritakan semuanya
Namun, apa aku yang amnesia?
Cinta telah meninggalkan kegelisahan di hati
Namun, ku tak jua dapat mengerti
Cinta telah mencoba untuk diam saat Aku marah
Cinta telah mencoba menyeka saat Aku menangis
Cinta pun telah berusaha untuk tahu
Tentang hal yang Aku tak pernah tahu
Iya....
Cinta sudah bilang "tidak!".
tapi aku...
Apa aku masih ingin berjalan?
Cinta sudah bilang "berhenti".
Apa aku harus akhiri?
Cinta sudah menyapu semua kegelisahanku
menenggelamkan luka lama yang membeku
Namun, aku tak pernah paham...
Cinta sudah mengejakan kata-kata
yang aku tak bisa baca
Namun, apa aku yang pura-pura buta?
Cinta telah menceritakan semuanya
Namun, apa aku yang amnesia?
Cinta telah meninggalkan kegelisahan di hati
Namun, ku tak jua dapat mengerti
Cinta telah mencoba untuk diam saat Aku marah
Cinta telah mencoba menyeka saat Aku menangis
Cinta pun telah berusaha untuk tahu
Tentang hal yang Aku tak pernah tahu
Iya....
Cinta sudah bilang "tidak!".
tapi aku...
Sabtu, 02 Mei 2009
memahami waktu
Huh! waktu seperti terlalu cepat berlalu....
terlalu cepat atau aku yang terlalu tidak perduli dengan waktu...
serasa semua yang pernah terjadi seperti mimpi saja..
seakan semua tidak memberi arti apa-apa...
apakah aku yang membuang waktu sia-sia?
Tidak
Memang semua telah berlalu...
Barangkali aku terlalu perduli dengan waktu..
Karena setiap kejadian ada tujuannya...
Semestinya setiap sebab memiliki alasannya...
waktu terus berjalan sekarang dan kedepan...
Maka aku akan berusaha memahaminya.
terlalu cepat atau aku yang terlalu tidak perduli dengan waktu...
serasa semua yang pernah terjadi seperti mimpi saja..
seakan semua tidak memberi arti apa-apa...
apakah aku yang membuang waktu sia-sia?
Tidak
Memang semua telah berlalu...
Barangkali aku terlalu perduli dengan waktu..
Karena setiap kejadian ada tujuannya...
Semestinya setiap sebab memiliki alasannya...
waktu terus berjalan sekarang dan kedepan...
Maka aku akan berusaha memahaminya.
Seorang teman pernah bilang padaku.........
"Tulis... apa pun yang kamu rasain dan alami",
"Tulis... apa pun yang kamu pikirin dan peduli",
"Tulis... apa pun yang penting atau tak penting",
"Tulis... apa pun basa-basi atau emosi",
"Tulis... apa pun misteri atau emansipasi",
"Tulis... apa pun puitis atau pesimis",
"Tulis... agar kamu bisa tetap berdiri, berlari, dan menjalani hari-hari dengan pasti".
"Tulis... apa pun yang kamu rasain dan alami",
"Tulis... apa pun yang kamu pikirin dan peduli",
"Tulis... apa pun yang penting atau tak penting",
"Tulis... apa pun basa-basi atau emosi",
"Tulis... apa pun misteri atau emansipasi",
"Tulis... apa pun puitis atau pesimis",
"Tulis... agar kamu bisa tetap berdiri, berlari, dan menjalani hari-hari dengan pasti".
INGIN # MUAK
Aku muak melihat banyak kemunafikan
Aku muak melihat banyak pengecut
Aku muak melihat banyak janji palsu
Aku muak melihat banyak topeng
Aku muak melihat banyak ketidaksetiaan
Aku muak melihat banyak omong kosong
Aku muak melihat Mereka
Aku muak melihat Kamu
Aku muak melihat Dya
Aku muak melihat itu semua..........
Aku ingin melihat kebenaran
Aku ingin melihat pemberani
Aku ingin melihat janji suci
Aku ingin melihat yang asli
Aku ingin melihat Kesetiaan
Aku ingin melihat bukti
Aku ingin melihat teman-teman ku
Aku ingin melihat Kamu
Aku ingin melihat Aku
Aku ingin melihat ini saja!
Aku muak melihat banyak pengecut
Aku muak melihat banyak janji palsu
Aku muak melihat banyak topeng
Aku muak melihat banyak ketidaksetiaan
Aku muak melihat banyak omong kosong
Aku muak melihat Mereka
Aku muak melihat Kamu
Aku muak melihat Dya
Aku muak melihat itu semua..........
Aku ingin melihat kebenaran
Aku ingin melihat pemberani
Aku ingin melihat janji suci
Aku ingin melihat yang asli
Aku ingin melihat Kesetiaan
Aku ingin melihat bukti
Aku ingin melihat teman-teman ku
Aku ingin melihat Kamu
Aku ingin melihat Aku
Aku ingin melihat ini saja!
Langganan:
Postingan (Atom)